Sarang Building: Main ke Jumaldi Alfi

Sarang adalah tempat tinggal burung. Sejauh ini, saya juga mengenal Sarang dalam wacana yang lain, yaitu sebutan untuk nama desa yang identik dengan pondok pesantren asuhan Mbah Moen, di ujung timur kabupaten Rembang sana. Kini, entri Sarang masuk satu lagi ke dalam daftar pengetahuan saya: studionya Jumaldi Alfi.

Beliau ada seorang pelukis. Saya mengenal beliau secara kebetulan saat beliau pergi ke Madura, ikut Prof Gaffar Karim bertandang ke Madura, bersama Rifqi Fairuz dan Iqbal Aji Daryono, ke tempat saya di Madura, tepat setahun yang lalu. Baru setahun kemudian, saya bisa melakukan laga tandang ke Sarang, di Banguntapan, Bantul.

Saya sama sekali tidak menyangka kalau dia seorang pelukis, mengingat beliaunya identik—di foto-foto Facebooknya—dengan jaket terbuka sehingga kaosnya tampak: Iron Maiden, Anthrax, Testament, Kreator, dll. Kumis yang lebat dan janggut panjangnya sepintas malah lebih mengesankan dia seorang pentolan band metal, bahkan mirip Tom Araya, vokalis band metal Slayer.

Kembali ke Sarang…

Sarang adalah tempat seni dan juga kafe. Di sana, Alfi membangun sarang besar dari besi, mirip sangkar tyrexsaurus dalam Jurassic Park. Kalau kita datang dan memarkir kendaraan di halamannya, kita bakal disambut tembok besar yang tertutup tanaman merambat (sejenis creeping fig), kesan asri tapi juga horor malahan (entah karena saya datang bakda maghrib, ya?). Di baliknya teradapat rangka besi, seperti sarang tyrexsaurus dalam Jurassic Park. Pokoknya, kalau kita masuk ke dalam, akan disambut hutan mini, begitu lebatnya tumbuhan di dalam, dengan rumbai-rumbai tanaman.

Di bawah sana, di lantai dasar, ada pendapa balaikambang, pendapa yang y dikelilingi kolam ikan. Di ponjok barat daya, ada kamar, entah buat tamu atau buat si empunya saat bertapa. Dan kamar ini adalah satu-satunya kamar yang bisa ditempati tidur di lokasi yang sangat luas ini. Sarang juga menyediakan kafe. Ada namanya.

Sebagai ruang seni terbuka, tempat ini menyediakan studio tertutup dengan bingkai kaca transparan. Ruangnya cukup buat hadirin 50-70 orang. Agaknya, balekambang itu adalah imbangan, sebagai tempat acara terbukanya. Secara keseluruhan, sejatinya, di pojokan lain, di tempat ini, sebetulanya masih cukup layak dan luas untuk ditempati acara pementasan teater dan sejenisnya.

Sarang II

Jumaldi Alfi juga membangun Sarang II, berada tak kebih 10 meter dari Sarang I. Sarang II ini, menurutnya, diprioritaskan untuk galeri seni dan pameraan seni rupa, lukisan khususnya. Sarang II bahkan lebih luas lagi secara tempat, juga lebih strategis untuk pementasan musik karena rumah penduduk di kanan-kirinya agak jauh. Sementara di sisi belakang adalah sungai.

Sarang II memiliki tempat parkir yang luas, bahkan saya kira bisa diukur dengan citra satelit Wikimapia. Kalau lampu-lampunya dinyalakan sebagian saja, dan kita datang malam hari, maka sudah cukup syarat untuk uji nyali jika kita mau masuk ke dalam, saking luasnya. Di pintui masuk, ada pohon kamboja dan pulai.

Setelah gerbang, kita masuk ke area kedua. Kita akan bertemu dengan kolam ikan yang sangat besar (beruntung tempat ini dilewati kali yang airnya mengalir), bersanding dengan kebun klengkeng. Di atasnya, ada bangunan besar, mirip gudang. Kata si empunya, itu sekolah seni yang sudah dibangun dan sudah jadi. Masih ada satu bangunan klasik yang tampaknya bisa dibuat tempat tidur. Di ujungnya, di bagian bawah, ada galeri besar untuk pameraan lukisan.

Pada saat saya ke situ, 26 Juli 2020, tampak ada bangunan besar lain yang sedang dibangun, entah untuk apa. Saya penasaran, tapi malas lagi bertanya sama beliaunya mengingat saya ingin segera pergi dari tempat itu karena ada acara tahlilan dan baca puisi di kafe Main-Main, di Sorowajan. Di samping itu, saya datang juga pada waktu yang kurang tepat. “Mestinya datang sore hari,” kata dia. “Saya sudah nunggu Anda dari sore di sini,” ujarnya.

Di atas semua itu, sebagai tempat seni, sungguh tempat ini sangat indah sekali.saRAng2-800x600 httpsabinebvogel.atkunst-in-yogykarta

sumber foto: httpsabinebvogel.atkunst-in-yogykarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s