Abrasi Pantai, Siapa Peduli?

Saat mengunjungi kawan beberapa tahun yang lalu, sepanjang pantai Slopeng dan Ambunten merupakan pantai yang indah, terkenal berkat bukit pasirnya. Ombak membawa pasir dan menciptakan gundukan besar, mirip bukit. Puncaknya bahkan mencapai pohon kelapa atau siwalan. Dari jauh, kita dapat melihat pohon kelapa atau siwalan serupa sekarjambi karena tidak berbatang (padahal batangnya tertimbun pasir).

Ketika saya berkunjung lagi pada 21 Pebruari 2015 yang lalu, perubahan serius sudah tampak nyata di depan mata. Abrasi yang luar biasa telah merambah hampir seluruh pantai. Bahkan, ada sebagian titik di mana air laut sudah mencapai jalan raya. Plakat larangan menambang pasir memang sudah dipasang, patok semen bertulis BLH juga dipasak di jalan-jalan masuk dengan maksud agar orang yang hendak menambang pasir dengan pikep atau truk itu terhalang. Kenyataannya, beberapa orang penambang bahkan mengeruk pasir justru di balik plakat larangan itu.

Dilarang Menambang Pasir
Patok BLH

Kepada penduduk sekitar saya bertanya, mengapa semua ini terjadi begitu saja?

Yang ditanya tidak menjawab secara pasti. Saya maklum sebab jawabannya pasti sangat sulit. Kata dia, sejatinya bukan hanya instansi pemerintah, bahkan masyarakat setempat telah melarang para penambang itu. Konon, suatu kali bahkan terjadi bentrok. Lantas, mengapa mereka masih tetap melakukannya dan berani menambang di bawah ancaman denda atau sanksi atau penjara? Jelas, orang yang berani melakukan sesuatu, benar atau salah, karena punya kekuatan, baik kekuatan sendiri atau kekuatan besar yang lain di balik kekuatannya.

Jadi, ancaman pengrusakan dan kerusakan lingkungan di Madura itu ternyata serius dan banyak sekali. Ada penambangan pasir, penghancuran batu karst sebagai tandon air, penebangan pohon-pohon asam dan lainnya di sepanjang badan jalan dengan alasan pelebaran, dan banyak lagi. Jika semua pihak sudah tidak berdaya namun juga mungkin tidak peduli, maka yang akan bertindak langsung untuk melakukan ekskusi dan hukaman adalah alam itu sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s