Rokat Somber: Air untuk Kehidupan

Seperti tahun-tahun yang lalu, kegiatan bersih-bersih sumber (mata air) Somber Daleman dilaksanakan di penghujung musim kemarau. Secara bersama, masyarakat setempat bahu-membahu. Ada yang membawa sabit, cangkul, pacul, juga penganan, kopi, dan nasi.

Hari ini, Jumat 27 Muharram 1436 H atau 21 November 2014, kegiatan bersih-bersih dan rokat sumber air dilangsungkan. Acara berjalan lancar. Di pagi hari, masyarakat datang untuk membersihkan sumber dari celot (lumpur air), juga dan terutama, dari sampah plastik yang ditinggalkan orang-orang yang kurang peduli pada lingkungan atau tanpa pengetahuan tentang bahayanya. Mereka juga membersihkan reranting yang patah hingga bahkan kain koyak dan entah sudah berapa lama mengendap di dasar sumber.

Saya, bersama masyarakat dan juga santri, bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih ini secara swadaya dan swadana. Sayangnya, tahun lalu tidak ada acara seperti ini. Yang terakhir adalah tahun 2012 lalu. Konon, kata Saiful, salah satu anggota masyarakat, sudah lama tidak ada bersih-bersih sumber sebelum tahun 2012 itu. Menurut informasi dari masyarakat lainnya, sedari dulu, masyarakat senantiasa merawat sumber yang menjadi tempat kehidupan kami ini secara rutin, setiap tahun.

Sepulang shalat Jumat, masyarakat kembali ke sumber. Kami berkumpul di sebuah ‘wakaf’. Yang dimaksud ‘wakaf’ adalah mushalla yang ada sumber. Sebutan wakaf mengacu pada musalla kecil yang biasanya ada di dekat mata air atau bahkan di dekat sawah yang dekat kali/sungai. Di Madura, pemandangan ini tidaklah asing mengingat banyak petani yang shalat di sekitar sawah atau sumber tanpa pulang ke rumah lebih dulu.

Acara setelah Jumat ini adalah selamatan (rokat). Salah satu acara intinya adalah membacakan doa dan tahlil terhadap orang-orang terdahulu, nenek moyang kami, terutama orang-orang yang telah menyedekahkan tanahnya untuk sumber. Adapun pemilik tanah itu antara lain adalah: Pak Sulaiman dan Nyai Nur; Abdurrahman dan Nyai Sokrammi; Pak Mahmud dan Nyai Munira; Keh Ammi dan Nyi Ammi, serta Pak Sarpati dan Bu’ Sarpati.

Somber Daleman memiliki beberapa mata air (sumber) yang dipetakkan menjadi 4 petak. Petak pertama sumber utama; petak kedua untuk wanita; petak ketiga dan kempat untuk pria. Sejak tumbangnya pohon pulai di atas petak keempat, mati pula mata air sumber itu. Sekitar lima tahun yang lalu, terjadi penebangan pohon besar (kaju ojan) yang terletak di atas mata air pertama. Dampaknya terasa dua tahun kemudian dan puncaknya di tahun ini. Saat ini, dilakukan penanaman pohon, seperti sukun dan lain-lain, di sekitar sumber untuk menggantikan pohon-pohon raksasa berusia—saya perkirakan—di atas 100 tahun yang telah tumbang itu.

Selama beberapa tahun terakhir, sepanjang yang saya ingat, baru pada musim kemarau tahun ini Somber Daleman nyaris mengalami kekeringan. Masyarakat dan santri resah, terutama mereka yang hanya mengandalkan air dari sumber. Sebelum acara tahlil dimulai, saya sampaikan sedikit hal tentang air dan kebergantungan manusia terhadap air (Tentang masa depan air di Pulau Madura, saya tulis secara terpisah di blog ini).

Acara ini sejatinya bukanlah sekadar bersih-besih semata. Lebih dari itu, acara rokat sumber merupakan bentuk terima kasih kami kepada para leluhur yang telah mengupayakan sumber air dengan debit yang begitu melimpah. Ini juga merupakan bentuk dan sikap kami kepada alam, kepada sesama, dan tentu saja kepada Allah yang telah menganugerahi kami air melimpah; sesuatu yang tak dapat sedikitk pun kami bayangkan cara membuatnya, juga tidak mampu kami bayangklan andai saja semua itu tiada. Cara bersyukur adalah dengan cara merawatnya.

Foto-Foto Tahun 2012

Penebangan 2009

Foto oleh Abdullah Sajjad

Dahan Pulai yang TumbangPohon PulaiMencari Ikan Sambil Bersih BersihKalau Musim Hujan DatangRokat 2012Membersihkan Sampah PlastikBersih-Bersiih 2012

Rokat Somber Tahun 2014

IMAG0593 Photo1077 Photo1079 Photo1082 Photo1089Photo1088

 

Iklan

2 thoughts on “Rokat Somber: Air untuk Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s