Juara Tanpa Piala

Siswa Siswa Telladan HIMA Annuqayah 2013Tadi siang, saya sempat bertanya kepada seorang saudara sepupu, apa Bahasa Arab-nya ‘juara’. Kata dia, ‘juara’ itu adalah ‘al-faaiz’ dalam Bahasa Arab. Misalnya, ia mencontohkan, frase ‘al-faaiz al-awwal’ merupakan terjemahan daripada ‘juara pertama’. Adapun tujuan pertanyaan saya tersebut akan berhubungan dengan paragraf berikut.

Jarang memang, namun beberapa kali saya temukan; seorang siswa yang menanggung kecewa orang tuanya karena dia tidak mendapatkan juara di kelasnya. Atau, ada pula siswa yang kecewa karena tidak mendapatkan piala dalam proses belajarnya, ranking kelas pertama, kedua, atau ketiga. Kekecewaan ini akan berlipat terutama bagi mereka yang ‘terlanjur’ rajin dan giat dalam belajar ternyata ‘hanya’ mendapatkan ranking atau peringkat puluhan dari seharusnya yang pertama atau juara kedua.

Saya lantas ingat, sepanjang saya menempuh pendidikan formal di madrasah, mulai Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah (setara SD – SMP -SMA), belum pernah sekali pun saya meraih juara kelas. Dulu, zaman saya bersekolah, kata ‘ranking’ berkonotasi ‘juara satu, dua, tiga’. Juara umum untuk satu jenjang pendidikannya, seperti se-Madrasalah Aliyah atau se-SMA, disebut sebagai ‘siswa teladan’. Andai nilai akademik saya diperingkat, mungkin prestasi saya berada di level puluhan atau likuran saja.

Kenyataan ini membuat saya mencari cara menghibur diri. Akhirnya, ditemukanlah satu kenyataan tersembunyi dari sebuah sabda Nabi yang sangat populer perihal kewajiban mencari ilmu: “Thalabul ‘ilmi faridlatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin”. Hadits ini menyuratkan pentingnya menuntut ilmu hingga pada taraf “wajib”, suata hukum yang harus dijalakankan dan berdosa jika kita melalaikannya, bagi semua umat Islam tanpa pandang jenis kelamin. Yang membuat saya senang tentu karena yang wajib itu “mencari ilmu”, bukan “memperolah juara”. Jadi, saya merasa ini rasional dan menyenangkan hati orang-orang seperti saya, orang yang selama hidupnya tidak pernah mendapatkan juara.

* * *

Kebetulan, hari ini, Rabu, 3 Juli 2013, saya menyaksikan 3 kali prosesi penganugerahan ranking kelas dan juara; Pagi sekali saya lihat di lingkungan terbatas, di lembaga yang saya kelola; Yang kedua, bakda Isya barusan, di sebuah lembaga yang tak jauh dari desa saya, dan; Yang terakhir, menjelang tengah malam, yakni pukul 23.00 baru saja, yaitu penganugerajan siswa-siswa teladan di lingkungan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Dalam perjalanan pulang dari acara terakhir yang disebut di atas, yaitu Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah 2013, saya merenungkan peristiwa-peritiwa yang saya lihat seharian ini, juga berempati pada kebahagiaan orang tua dan anak yang baru saja mendapatkan juara itu. Saya pun mulai menghibur diri, bahwa nama saya, ‘Faizi’, merupakan bentukan kata dari ‘faa-za’ yang artinya ‘orang yang memperoleh keuntungan/meraih juara’. Konon, orangtua saya berharap ‘fauz’ (berguna/beruntung) dan ‘falah’ (berbahagia/berjaya) dari “F” ini sebagaimana hal itu terselip dalam doa khatam Alquran.

Saya melangkahkan kaki sambil kembali mengingat-ingat masa 12 tahun saya duduk di bangku sekolah dengan tanpa mendapatkan satu pun piala untuk juara kelas. Kembali saya menghibur diri dengan membatin, ‘barangkali, hal ini dikarenakan Tuhan mau menganugerahi saya juara sepanjang hayat seperti doa orang tua saya dulu’. Tersenyum sendiri sebelum membuka pintu rumah, saya bersyukur karena telah sadar untuk mau dan terus bersyukur atas keadaan yang telah saya terima, yaitu keinginan terus-menerus belajar dengan senantiasa menulis dan membaca.

Selamat untuk para juara!

Iklan

10 thoughts on “Juara Tanpa Piala

  1. Faizi yang baik,

    Apa kabar? Saya minta izin kepada Faizi untuk beri terjemahan dalam bahasa Belanda kepada penyanyi terkenal di negeri Belanda. Dia mau mengarang lagu dari satu atau dua syair Faizi. Namanya Astrid Seriese. Dia akan nyanyi lagu ini dengan pemain piano Henk Mak van Dijk. Dia tinggal di Yogya atau di Negeri Belanda. Salam dari saya,

    IngeD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s