Badunan

P1000539

Jamal D Rahman, saya, Agus R Sarjono

P1000629

Binhad Nurrohmat dan Teman-Teman yang Lain (bersama Toni Pangcu)

P1000830

Washil Imron Bingung Mau Merapikan Buku-Buku

Soal bertamu di Madura, salah satu hal yang oleh orang luar dianggap unik (atau aneh?) adalah cara mereka menerima tamu. Di Madura, tempat tamu untuk putra dan putri itu diletakkan terpisah, dibedakan, andaipun merka itu suami istri. Pemandangan semacam ini, secara khusus, akan kita temukan di lingkungan keluarga santri.

Di lingkungan saya, sejak zaman kakek hingga ayah, tempat menerima tamu pria itu terlatak di langgar (kayu) atau di badunan. Badunan adalah sebuah ruang yang ada di samping mushalla/masjid. Tamu wanita diletakkan di serambi belakang, di dalam rumah. Pemisahan tempat untuk tamu pria dan wanita ini tergolong prinsip. Kedua tempat ini, langgar dan badunan, sama-sama menggunakan model lesehan. Baik kakek maupun ayah, terkadang beliau juga menerima tamu di beranda rumah yang dilengkapi dengan meja-kuri. Kalau saya perhatikan, beranda tersebut digunakan untuk tamu yang menggunakan celana panjang, seperti pegawai, dlsb, karena pada umumnya tamu-tamu itu mengenakan sarung.

Di bulan puasa, badunan digunakan untuk untuk shalat trawaih bagi jamaah wanita. Umumnya, jamaah shalat tarawih itu adalah tetangga sekitar mushalla. Tempat ini steril dari pria karena umumnya badunan dipisahkan oleh tembok. Konon, awalnya, badunan memang merupakan bangunan yang secara khusus digunakan sebagai tempat untuk kaum Hawa. Letaknya di sisi kanan masjid/mushalla.

Setelah memperhatikan kenyataan ini saya dapat menyimpulkan bahwa, di Madura, pemisahan tempat untuk non-muhrim berlaku ketat. Badunan merupakan simbol dari keistimewaan ini. Akan tetapi, bagaimana pun, pergeseran simbol-simbol budaya terus berlangsung hingga hari ini. Saya sadari itu karena saya juga merasakannya. Maka, seringkali saya (kami) bingung ketika menerima tamu lawan jenis yang datang bersama pasangannya (suami/istri) sementara saya hanya mengenal baik salah satu saja dari mereka.

badunan (bagian kanan pada gambar)

 

badunan tampak jauh (bagian kanan pada gambar)

 

Iklan

6 thoughts on “Badunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s